Sabtu, 07 Mei 2016


Dahaga Hidup yang Sementara
Baru saja kumerasakan
Betapa pahitnya dikhianati
Namun kini mentari pun terbit dengan sinarnya
Memanjakan setiap nafas yang membutuhkannya

            Kunikmati kesejukan itu, dahaga itu, kesembuhan itu, kedamaian itu
            Tapi sayang, sungguh sayang
            Sang Maha Cinta pun tak bisa memberi waktu yang lebih

Bunga sudah enggan bernyanyi
Mentari pun berpindah ke lain hati
Ditemani hujan dalam kesunyian ini
            Mencoba berdiri pun sulit
            Menapaki hidup bak menapaki bukit
            Dunia ku  sekarang terasa hampa
            Karena dahaga hidup yang sementara


By : Sabriantoro

Tidak ada komentar:

Posting Komentar