Benedictus Gendut
Sabtu, 07 Mei 2016
Goresan Tinta
Goresan tinta yang menuntun ku
Menceritakan segala kisah hidup dunia ku
Segala kenyataan dan kepalsuan aku utarakan
Karena dunia yang penuh kelabilan
Primordial
masih kurasakan
Formalitas
belaka pun tak terelakkan
Stabilitas
terlupakan
Kebahagiaan
pun hanya diangan
Tidak ada lagi keperawanan Negara
Tidak ada lagi kepolosan pribuminya
Hanya goresan tinta, hanya goresan tinta
Hanya goresan tinta yang mampu memaknainya
By : Sabriantoro
Dahaga Hidup yang Sementara
Baru saja kumerasakan
Betapa pahitnya dikhianati
Namun kini mentari pun terbit dengan
sinarnya
Memanjakan setiap nafas yang
membutuhkannya
Kunikmati
kesejukan itu, dahaga itu, kesembuhan itu, kedamaian itu
Tapi
sayang, sungguh sayang
Sang
Maha Cinta pun tak bisa memberi waktu yang lebih
Bunga sudah enggan bernyanyi
Mentari pun berpindah ke lain hati
Ditemani hujan dalam kesunyian ini
Mencoba
berdiri pun sulit
Menapaki
hidup bak menapaki bukit
Dunia
ku sekarang terasa hampa
Karena
dahaga hidup yang sementara
By : Sabriantoro
Langganan:
Komentar (Atom)